menarik minggu ini

sahabat saya

Search

  • rakan adik

    Monday, April 4, 2011

    garu tapi x gatal...

    pelik tapi benar
    inilah sifat manusia, x pernah cukup denga apa yang ada.
    kalau yang sikit tu nak banyak lagi, kalau dah banyak nak lagi banyak.
    itulah sifat manusia x pernah rasa cukup
    islam telah mengajar kita untuk hidup dalam berserdeharnaan, tapi kita x pernah cuba untuk mengamalkannnya.
    kalau ada duit nak belanja semuanya, dah habis tu sibuk la nak pinjam sana sini.
    anda x pelik ker denga sifat manusia ini.
    nak pelik apa, kita pun manusia juga, pernah rasa ini semua. x gitu?


    mcm inilah kita kalau dari awal lagi kita dah boros, x reti nak berjimat cermat dalam berbelanja.
    walau apa pun sifat kita, kita hendaklah sentiasa memikirkan masa tua kita. apa yang akan berlaku kalau kita x ada orang yang hendak membantu kita, hanya duit simpanan kita jerlah yang ada menjadi peneman kita..

    buatlah perancangan dulu sebelum kita berbelanja. listkan apa yang perlu jangan kita berbelanaj dengan berlebih-lebihan. x menunjuk dekat orang pun x apa yang penting kita hidup bahagia pada hari kemudian.
    sekarang pepatah biar papa asal bergaya dah x boleh digunakan lagi. lihatlah zaman sekarang bukan sama pada zaman dahulu lagi. kalau ada seratus ringgit pun apa sangat yang boleh kirta berbelanjakan, dulu bolehlah kita nak beli bermacam2 tapi sekarang angan hany atinggal angan sahaja.
    semoga kita semua bijak berbelanja. fikirkan masa depan anda sebelum musibah menimpa kita....

    Thursday, March 24, 2011

    study ker?

    lama dah aku x menulis disini....
    menghitung hari menanti saat peperiksaan membuatkan aku semakin sibuk
    maaf andai tiada post yang terbaru..
    mungkin dalam masa terdekat post terbaru dari saya....



    Tuesday, February 15, 2011

    PERJUANGAN

    Isu perang kini bermain diminda manusia walau dimana pun berada, bermacam perjuangan yang kita lihat pada zaman sekarang. tapi untuk islam kita wajib berjihad. sebelum berjihad dalam peperangan di bawah ini disenaraikan beberapa hadis berkenaan perjuangan dan jihad dalam ISLAM yang dapat kita fahami serba sedikit,
    1. Boleh menyerbu orang-orang kafir yang sudah pernah diajak memeluk agama Islam, tanpa memberitahu lebih dahulu
    · Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:
    Dari Nafik, ia berkata: Rasulullah saw. pernah menyerbu Bani Mushthaliq di saat mereka dalam keadaan terlena serta hewan-hewan ternak mereka sedang diminumkan dari sumber mata air. Lalu beliau membunuh pasukan perang mereka, menangkap tawanan mereka dan pada hari itulah Rasulullah mendapatkan Juwairiah binti Harits. Selanjutnya Nafik mengatakan: Abdullah bin Umar menceritakan hadis ini kepadaku karena termasuk anggota pasukan Islam pada saat itu. (Shahih Muslim No.3260)

    2. Perintah memberikan kemudahan dan tidak menakut-nakuti
    · Hadis riwayat Abu Musa ra., ia berkata:
    Ketika Rasulullah saw. mengutus salah seorang sahabatnya untuk melaksanakan suatu urusan, beliau akan bersabda: Sampaikanlah kabar gembira dan janganlah menakut-nakuti serta permudahlah dan janganlah mempersulit. (Shahih Muslim No.3262)
    · Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. pernah bersabda: Permudahlah dan jangan mempersulit dan jadikan suasana yang tenteram jangan menakut-nakuti. (Shahih Muslim No.3264)

    3. Pengharaman berkhianat
    · Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Apabila Allah telah mengumpulkan orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang kemudian pada hari kiamat, maka akan diangkatlah sebuah panji untuk setiap pengkhianat lalu dikatakan: Inilah pengkhianatan si fulan bin fulan. (Shahih Muslim No.3265)
    · Hadis riwayat Abdullah bin Mas`ud ra.:
    Dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda: Untuk setiap orang yang berkhianat akan diberikan sebuah panji pada hari kiamat yang bertuliskan: Inilah pengkhianatan si fulan. (Shahih Muslim No.3268)
    · Hadis riwayat Anas ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Untuk setiap orang yang berkhianat akan diberikan sebuah panji pengenal pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.3270)

    4. Boleh bertipu-muslihat dalam perang
    · Hadis riwayat Jabir ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Perang itu adalah tipu-muslihat. (Shahih Muslim No.3273)

    5. Makruh mengharap bertemu musuh dan perintah untuk bersabar jika bertemu
    · Hadis riwayat Abdullah bin Abu Aufa ra.:
    Dari Abu Nadhr, dari sepucuk surat yang ditulis oleh seorang lelaki kaum Aslam, yang termasuk sahabat Nabi saw. yang bernama Abdullah bin Abu Aufa. Kemudian ia mengirim surat kepada Umar bin Ubaidillah ketika berangkat menuju Haruriah untuk memberitahukan kepadanya bahwa Rasulullah saw. ketika bertemu dengan musuh, beliau menunggu sampai matahari condong ke arah barat, lalu beliau berdiri di tengah-tengah pasukan dan bersabda: Hai manusia sekalian! Janganlah kamu mengharapkan pertemuan dengan musuh dan mohonlah kesehatan kepada Allah. Namun apabila kamu bertemu dengan mereka, maka bersabarlah. Dan ketahuilah sesungguhnya surga itu berada di bawah bayang-bayang pedang. Nabi saw. melanjutkan: Ya Allah, Tuhan Yang menurunkan kitab Alquran, dan Tuhan Yang menjalankan awan serta Tuhan Yang mengalahkan pasukan-pasukan musuh, berikanlah mereka kekalahan serta berikanlah kami kemenangan!. (Shahih Muslim No.3276)

    6. Haram membunuh kaum wanita dan anak-anak kecil dalam perang
    · Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:
    Bahwa seorang wanita didapati terbunuh dalam suatu peperangan yang diikuti Rasulullah saw. lalu beliau mengecam pembunuhan kaum wanita dan anak-anak kecil. (Shahih Muslim No.3279)

    7. Boleh membunuh kaum wanita dan anak-anak kecil dalam penyerangan di malam hari tanpa disengaja
    · Hadis riwayat Sha`ab bin Jatsamah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. ditanya tentang kaum wanita dan anak-anak kecil musyrikin yang diserang pada malam hari lalu sebagian kaum serta anak-anak keturunan mereka terbunuh. Beliau menjawab: Kaum wanita dan anak-anak itu adalah termasuk bagian dari mereka. (Shahih Muslim No.3281)

    8. Boleh menebang dan membakar pohon-pohon milik kaum kafir
    · Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:
    Bahwa Rasulullah saw. pernah menebang dan membakar pohon milik Bani Nadhir yang berada di Buwairah. Di dalam hadisnya Qutaibah dan Ibnu Rumeh menambahkan: Kemudian Allah Taala menurunkan ayat: Apa saja yang kamu tebang dari pohon milik orang-orang kafir atau yang biarkan tumbuh berdiri di atas pokoknya, maka semua itu adalah dengan izin Allah, karena Dia hendak memberikan kehinaan kepada orang-orang fasik. (Shahih Muslim No.3284)

    9. Penghalalan harta rampasan perang khusus untuk umat Islam
    · Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. bersabda: Seorang nabi pernah berperang, lalu ia berkata kepada kaumnya: Tidak boleh mengikutiku seorang lelaki yang sudah mempunyai istri sedangkan ia ingin menggaulinya namun ia belum juga menggaulinya. Tidak boleh juga bagi lelaki lain yang telah mendirikan bangunan namun belum membuat atapnya. Juga bagi lelaki lain yang telah membeli seekor kambing atau beberapa ekor unta bunting yang akan melahirkan sehingga ia sedang menantikan kelahirannya. Beliau melanjutkan: Lalu berangkatlah ia berperang, sampai ketika telah mendekati sebuah desa pada waktu menjelang salat Asar, maka berkatalah ia kepada matahari: Hai matahari! Kamu diperintah dan aku juga diperintah. Ya Allah! Tahanlah (peredaran) matahari itu sebentar saja agar aku dapat menyerang. Maka tertahanlah matahari sehingga Allah memberikan kemenangan kepadanya. Beliau melanjutkan: Kemudian mereka mengumpulkan harta hasil rampasan perang agar disambar dan dimakan api namun ternyata api itu tidak mau membakarnya. Nabi itu berkata: Di antara kalian masih ada yang berkhianat mengambil harta rampasan dengan diam-diam! Maka hendaklah satu orang dari setiap kabilah membaiatku! Mereka pun lalu segera membaiatnya. Namun ternyata tangan salah seorang yang membaiat melekat dengan tangan nabi itu, maka ia berkata lagi: Di antara kalian masih ada yang berkhianat mengambil harta rampasan dengan sembunyi, maka hendaklah kabilahmu (orang yang tangannya melekat) membaiatku! Lalu kabilahnya pun segera membaiat nabi itu. Kemudian ternyata tangan dua orang atau tiga orang pemuda masih melekat dengan tangan nabi itu, sehingga ia berkata lagi: Di antara kamu sekalian masih ada orang yang berkhianat mengambil harta rampasan secara sembunyi dan kamu sekalian juga telah berkhianat! Lalu mereka menyerahkan kepada nabi itu emas sebesar kepala sapi (yang telah mereka sembunyikan). Kemudian mereka meletakkan emas itu tertumpuk dengan harta rampasan tadi di tengah tanah lapang. Lalu datanglah api membakar habis semua harta rampasan itu. Beliau bersabda: Harta rampasan perang itu sama sekali tidak dihalalkan kepada satu umat pun sebelum kita. Hal itu karena Allah Taala mengetahui kelemahan serta kekurangan kita, maka Allah menghalalkannya untuk kita. (Shahih Muslim No.3287)

    10. Membagikan harta rampasan perang tambahan
    · Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
    Nabi saw. pernah mengutus satu pasukan perang, di mana aku juga ikut di dalamnya, ke daerah Najed. Lalu mereka berhasil memperoleh harta rampasan berupa unta yang cukup banyak. Mereka semua mendapat bagian dua belas atau sebelas ekor unta dan masing-masing masih ditambah seekor lagi sebagai tambahan. (Shahih Muslim No.3290)
    · Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
    Rasulullah saw. pernah membagikan harta rampasan kepada kami sebagai tambahan selain jatah kami dari seperlima harta rampasan, lalu aku memperoleh seekor unta tua. (Shahih Muslim No.3293)

    Kita akan bersambung pada entri yang akan datang... wassalam...
    Sumber :HR Muslim

    Saturday, February 12, 2011

    adik-adik dan kakaknya...


    Peranan seorang kakak atau abang adalah melindungi adik-adiknya... 

    kakak : (dengan nada yang kasar) adik cepat lah jalan tu, kita dah lambat nie.

    adik : (sembil mengheret begnya) kejaplah kakak adik penat nie, dah la berat beg nie, akak kita rehat jap leh 
              x?

    kakak : (sambil kembali keadiknya) adik... bagi akak bawa beg tu, tapi kita jalan terus ya nanti kita lambat
                 pula nak masuk kelas.

    adik : (sambil tersenyum) terima kasih kakak. ok jom la kita pergi...

    begitulah bertapa sayangnya seorang kakak kepada adiknya, sanggup buat apa sahaja demi adiknya. kita macam itu kah? apa yang kita dah lakukan untuk adik2 kita? saya sarankan renungkan kembali dan fikirkan apakah yang adik kita sedang buat sekarang?.

    saya menulis hal ini kerana ada sesuatu yang saya nampak masa makan tengahhari hari ini. bertapa sayangnya kakak kepada adiknya, apabila balik sekolah sanggup menggalas tiga buah beg, satu begnya dan dua beg dua orang adiknya yang pada masa itu dah nampak sangat kepenatan belajar disekolah. sanggup seorang kakak buat begitu demi adiknya. menitis air mata ini bila kenangkannya kembali. teringat akan adik2 saya yang jauh dimata tapi dekat dihati..

    saya juga nak berkongsi cerita dengan anda semua tentang saya dan adik saya nie. kami berbeza umur cuma dua tahun. dahulu masa kami kecil kemana saja saya ada pasti dia pun ada bersama dah x leh nak dipisahkan kami berdua. apa yang saya ada pasti dia pun ada juga. walaupun kami bukan dari keluarga yang kaya tapi alhamdulillah segala keperluan kami mencukupi. dan pada sautu hari berlaku satu peristiwa. adik saya nie kan mengekor jer kemana saya pergi. hari itu kami berada diumah nenek kami, kami bermain di rumah hadapan pada saya melintas tu adik saya tertinggal dibelakang dia melintas lambat sedikit tetapi nasibnya malang apabila ditimpa kemalangan kakinya patah. dia berada dihospital selama sebulan dan ayah yang mengjaganya. saya dan ibu berulang alik setiap hari kehospital, walaupun jarak yang jauh kami sanggup pergi kalau x saya dah x ada kawan. sebelum saya punyai kawan yang ramai adik sayalah kawan saya. saya sayang adik saya. begitu juga dengannya dan apabila saya dah mula masuk kesekolah dia juga ingin kesekolah. pada hari pertama saya masuk kesekolah ayah yang menghantar dan adik bersama ibu saya. ketika ibu sedang masak didapur adik kuar umah, nasiblah kawan ayah yang berjumpa dengannya dan kawan ayah bertanya kepadanya " adik nak kemana nie" tahu apa yang dijawapnya. "saya nak kesekolah abg" begitulah kuatnya ikatan kami berdua walaupun ketika itu adik saya dah bertambah lagi dua orang. selepas hari itu ayah menghantarnya kesekolah tadika. saya tidak pun pernah kesekolah tadika tapi terus ke darjah satu. tapi semua itu dah berlalu kami berada di haluan masing2, walaupun kami jarang berjumpa dia tetap adik saya selamanya bersama dua lagi adik saya. saya berjanji walau apa yang berlaku saya tetap akan menjaga mereka.


    inilah adik2 saya...

    tapi kita dapat melihat pada zaman sekarang entah mengapa adik beradik pun nak bergaduh. kita dah lalui bermacam macam bersama tapi bila dah besar masing2 dengan hal sendiri x ada yang nak bertegur sapa kalau nak jumpa pun masa hari raya tu pun dah susah bila kawin. silap2 masak mak ngan ayah mati baru nak berjumpa adik beradik balik.. tambah pula lepas tu berebut harta keluarga lagilah bergaduh besar pula. ish2 apa nak jadi ya.  bersamalah kita hindari pekara ini dari berlaku pada kita. berdoalah moga kita antara insan yang terhindar dari semua ini. kembalilah kita merenung masa lalu kita bersam adik beradik kita. fikir2kan.
    sampai disini dulu yer, sekian wassalam.
    jangan sampai berlaku perselisihan antara kita.

    Friday, February 11, 2011

    syair Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi



    Siapa tak menempuh jalan leluhurnya, pasti 'kan bingung dan sesat.
    Wahai para cucu Nabi, tempuhlah jalan mereka.

    Tempuhlah jalan lurus dan jauhilah segala bid’ah.
    Pergilah bersama yang mencintai dan mentaati Allah.

    Dalam beramal dan menahan diri, teladanilah mereka tapak demi tapak.
    Berkat para salafmu, kau 'kan mendapat banyak manfaat.

    Luas, agung dan mulia budi pekerti mereka.
    Dalam tariqahnya, takkan kau dapati perselisihan atau sengketa.

    Dengan penuh semangat, beramallah mereka dengan tulus.
    Meningkatlah kedudukan mereka, tinggi dan mulia.

    Tak mereka diamkan yang haus dalam kehausannya dan yang lapar dalam kelaparannya.
    Dengan pekerti luhur, mereka usahakan jalan ‘tuk mengatasinya.

    Dengan amal soleh, mereka muliakan masjid dan muka bumi.
    Bergegas menyambut seruan manusia yang mereka cintai dan taati.

    Iaitu sebaik-baiknya Nabi dan semulia-mulianya pemberi petunjuk dan dai.
    Ketika beliau berdakwah kepada mereka, mereka pun mendengarkannya sepenuh hati.

    Dengan semangat mereka berusaha ‘tuk segera meraih kedudukan mulia.
    Tanpa angin atau layar, perahu pun berangkat berkat mereka.

    Tetapi dengan inayah Allah perahu berlayar dengan taat, tak menentang.
    Anugerah Allah ini dikhususkan untuk mereka yang patuh, tak membangkang.

    Demikianlah ucapanku ini dan yang semisal ini selalu sedap di telinga.
    Dengarkan dan pahamilah syair ini, didalamnya terhimpun segalanya.

    Hiruplah keharuman ini, kerana ia tersebar di antara ahlinya.
    Ya Allah, aku datang ke hadiratMu dengan suatu maksud dan tujuan.

    Aku mengakui kelemahan, ketidaksempurnaan dan ketidakkuasaanku,
    maka sempurnakanlah kekuranganku kerana ‘ku memang tak sempurna.

    Tiada sandaran bagiku kecuali beliau yang keharuman namanya tersebar memenuhi alam semesta,
    sebaik-baiknya Nabi yang cahayanya meredupkan segala cahaya.

    (Diambil dari Ulama Hadramaut, Habib Umar Bin Hafiz, cetakan 1, penerbit Putera Riyadi Solo)
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...